Me and this Marriage thing (>.<)

SAM_0796

Sore yang indah untuk mencuci  baju. Rendaman yang berusia 3 hari itu telah menunggu pemiliknya untuk sedikit meluangkan waktu di antara kesibukan untuk melepas kejenuhannya. Angin sore pun berhembus di antara udara panas yang menggantung di udara. Album tebaru Davichi ‘MYSTIC BALLAD Part.2’  kuputar di MP3 untuk menemani kesibukan sore itu saat tiba-tiba terlintas di pikiranku, bilamana pakaian yang aku cuci adalah pakaian suamiku (what a crazy thought! I’m not even married).

Hhahahahaa… Tiba-tiba pikiran yang mengerikan mengenai pernikahan muncul. Mengerikan; ya, kata itu yang terlintas di benakku. Bukan berarti aku orang yang tidak percaya akan ikatan pernikahan dan bukan pula orang yang tidak ingin menikah. Hanya saja, saat ini, belum ada jalan yang membawaku ke sana. Dan, bayangan akan tujuan itu ada di depanku membuatku takut. Takdir apa kan yang akan mengantarku ke sana? Akankah semua seindah yang kubayangkan?

Kenapa aku harus mulai mencemaskan hal itu sekarang? Aku sudah dalam usia untuk menikah. Wait! Aku tidak setua yang kalian bayangkan (well, setua apapun yang kalian bayangkan, aku jauh lebih muda dari itu ;P). Namun, entah mengapa, hampir semua teman seusiaku telah banyak yang mengambil jalan untuk menikah. Aku sendiri tidak habis pikir, apa yang membuat mereka semua begitu yakin melangkah ke sana. Ya, bukan salah mereka bila mereka dapat menemukan orang yang mereka cintai dengan begitu mudah, atau cepat. Bukan salah mereka pula bila orang tua mereka merasa ini waktu yang tepat untuk mereka. Dan, bukan salah mereka pula bila sampai saat ini aku belum mengerti apa yang mereka rasakan. Hahahaaha..

Ada beberapa pertanyaan yang mucul di kepalaku sore itu:

1.)    Akankah suatu hari nanti suamiku memintaku mencuci baju untuknya  tanpa peduli bahwa saat itu aku hanya ingin membiarkan si cucian terendam?

2.)    Akankah suamiku nanti berpikir bahwa wanita harus bisa melakukan pekerjaan rumah dengan baik?

3.)    Saat suamiku merasa lelah setelah pulang kerja, yang ada di pikirannya saat tiba di rumah adalah:

  1. Makan malam dan segelas teh tersedia di atas meja.
  2. Bergegas menuju kamar untuk tidur.
  3. Menemukanku dan menceritakan tentang hari yang baru saja ia lalui.

4.)    Bilakah suatu saat di pernikahan itu aku merasa lelah akan semuanya?

Mungkin pertanyaan-pertanyaan aneh dan tidak signifikan untuk mensyaratkan menggambarkan kehidupan pernikahan itu tidak akan menjadi penting lagi saat aku menemukan orang yang tepat. Aku yakin ada alasan yang lebih dari sekedar cinta untuk berani menempuh jalan tersebut. Dan, aku yakin mereka telah melalui begitu banyak pertanyaan seperti yang terlintas di kepalaku sore itu sebelum meraka tetap memutuskan untuk melalui hidup bersama.

Ya.. Mungkin salah kepala bodohku yang belum juga memahami apa yang terjadi. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Aku yakin Allah punya rencana terbaik untukku. Bila bersama akan terlalu menyakitkan, bukankah sendiri akan lebih baik? Bila mempercayai dan berharap akan seseorang akan begitu mengecewakan, bukankah mencari kebahagiaan sendiri akan lebih menentramkan hati? Aku yakin semua ada waktu dan porsinya masing-masing. Tidak akan ada kata terlambat atau terlalu cepat bila semuanya memang telah tepat. Hhahaa.. Now, I don’t know what I’m talking about @.@

That’s it! Mungkin aku harus behenti mendengarkan lagu ballad ini di saat-saat seperti ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s